KD 3.7 TroubleShooting Lapisan Aplikasi
Aplication Layer
Application
layer merupakan lapisan OSI Layer yang menyediakan interface atau antar
muka antar aplikasi yang digunakan untuk melakukan komunikasi di dalam
jaringan, dan kemudian membantu mengerimkan dan menerima pesan yang
dikirimkan di dalam jaringan tersebut. Ini juga di namakan protokol
jaringan yang mengatur tugas-tugas tertentu dalam suatu jaringan
internet. (S.Kom, 2016)
Fungsi dari Application Layer
a. Sebagai alat pengumpul informasi dan data yang dikrimkan melalui jaringan
Fungsi
pertama, application layer merupakan lapisan atau layer yang berfungsi
sebagai pengumpul keseluruhan informasi dan data yang diterima dan yang
akan dikirim melalui sebuah jaringan. Ketika user akan menerima data
(receiver / recipient) maka application layer akan mengumpulkan seluruh
data yang telah sampai untuk kemudian dimunculkan di dalam aplikasi
tertentu.
Begitupun
sebaliknya, ketika user akan mengirimkan data, maka application layer
akan mengumpulkan keseluruhan data di dalam aplikasi tertentu, dan
kemudian meneruskan data tersebut ke presentation layer untuk
didefinisikan dan diproses lebih lanjut ke dalam jaringan.
b. Sebagai user interface dalam menampilkan data dan informasi
Fungsi
berikutnya dari application layer adalah sebagai user interface. Apa
gunaya pendefinisian data danpenyajian data yang dilakukan oleh layer
presentation, namun user tidak dapat membaca dan melihat data tersebut?
Karena itu, setelah presentation layer menyajikan data, application
layer akan bekerja dalam menampilkan data yang tersaji tersebut di dalam
sebuah user interface (bisa sebuah aplikasi, program, ataupun sistem –
sistem tertentu), sehingga data yang tersaji bisa dilihat dan diamati
langsung oleh usernya. (ulfa, 2013)
Masalah Umum Lapisan Aplikasi
aplikasi
yang berinteraksi langsung dengan orang dianggap berada di atas
tumpukan, seperti masyarakat sendiri. Seperti semua lapisan dalam model
OSI, Application Layer bergantung pada fungsi dari lapisan bawah untuk
menyelesaikan proses komunikasi. Dalam Application Layer, protokol
menentukan pesan apa yang dipertukarkan antara host sumber dan tujuan,
sintaks dari perintah kontrol, jenis dan format data yang dikirim, dan
metode yang sesuai untuk pemberitahuan kesalahan dan pemulihan (TRIMARDI, 2015)
TCP / IP Protocol related
merupakan
gabungan dari protokol TCP (Transmission Control Protocol) dan IP
(Internet Protocol) sebagai sekelompok protokol yang mengatur komunikasi
data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer
lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data
sampai ke alamat yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat berdiri
sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol
suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak
digunakan saat ini, karena protokol ini mampu bekerja dan diterapkan
pada lintas perangkat lunak dalam berbagai sistem operasi Istilah yang
diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. (Ocha, 2015)
Dynamic Configuration Protocol (DHCP)
DHCP
(Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis
memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang
memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang
meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian
administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual
pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi
kepada DHCP Server.
Kelebihan DHCP
1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
2.
DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi
TCP/IP yang kompleks.
3.
DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable,
artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika
client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
4. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
5. DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client. (hadi, 2014)
File Transfer Protocol
FTP
(File Transfer Protocol) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk
pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol
TCP/IP. Dua hal pokok pada FTP yaitu FTP Server dan FTP Client. FTP juga
bisa dikatakan sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan
aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file)
komputer antar mesin-mesin dalam sebuah framework.
Fungsi FTP adalah Melakukan transfer file antara komputer yang terhubung melalui jaringan, termasuk internet. (maranatha, 2014)
Telnet
Telnet
adalah singkatan dari Telecommunications Network Protocol, merupakan
remote login yang terjadi pada jaringan internet disebabkan karena
adanya service dari protocol Telnet. Dengan adanya Telnet dapat
memungkinkan pengguna dapat mengakses komputer lain secara remote
melalui jaringan internet. (Soran, 2015)
Sun Network File System
NFS
adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa
sistem berkas melalui jaringan. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC
1094, dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC
1813 (Wiki, 2016)
Hypertext Transfer Protokol
HTTP
adalah protokol yang digunakan untuk mentransfer data melalui web. Ini
adalah bagian dari protokol Internet dan mendefinisikan perintah dan
jasa yang digunakan untuk transmisi data sebuah halaman web. (wikitekno, 2016)
KD 3.7 TroubleShooting Lapisan Aplikasi
Reviewed by Unknown
on
18.45
Rating:
Tidak ada komentar